Pasanganku Unik..

Memiliki pasangan merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi setiap orang. Apalagi pasangan yang kita miliki adalah seorang yang diidam-idamkan. Namun apa jadinya bila kenyataannya, hati kita menyasar pada pria yang bergaya kemayu. Bagaimana menghadapinya?

Jujur saja, seringnya kita membayangkan dan mengidamkan pasangan seperti Artis-artis pria macho seperti Vin Diesel, David Beckam, dll. Menggandeng pasangan yang macho seperti membawa kebanggaan tersendiri. Namun manusia tidak ada yang sempurna. Hati juga kerap tak terduga. Bagaimana bila pasangan kita jauh dari kesan jantan alias kemayu?

Bukan Gay

Menurut psikolog Hira Yuki Molira, S. Psi, M. Psi, istilah kemayu merujuk pada sifat yang biasanya mengiringi wanita, seperti genit, centil dengan diikuti adanya dengan gerakan yang gemulai, lemah lembut. Sosok artis pria yang “cantik” dan kemayu mungkin semakin akrab di berbagai acara televisi. Mulai dari presenter hingga personel boyband pun kerap tampil dengan dandan dan aksi yang jauh dari kesan macho. Gaya seperti itu memang mudah menimbulkan anggapan bahwa mereka itu adalah pria-pria gay. Tapi, sebenarnya tak ada hubungan antara aksi dan mereka dengan orientasi seksualnya.

“Sifat kemayu pada laki-laki harus dibedakan dengan homoseksual yang lebih berkaitan dengan orientasi seksual kepada sesama jenis. Laki-laki kemayu, masih memiliki orientasi seksual yang hetero, jatuh cinta dan menikahi perempuan dan memiliki penghayatan bahwa ia adalah seorang laki-laki tulen,”terangnya. Menurut Psikolog Hira, pria kemayu sering memperlihatkan gaya atau gerak gerik seperti perempuan, contohnya berbicaranya lemah gemulai dan terkadang terkesan cerewet. Pria kemayu biasanya perasaannya lebih halus, lebih sensitif, lebih peka, lebih mudah empati sehingga dapat terlihat lebih perhatian.

Hal ini menunjangnya menjadi pribadi yang lebih luwes dalam pergaulan. Pria kemayu menunjukan perhatian lebih kepada kebersihan, keindahan, kenyamanan, keselarasan dan sangat tidak menyukai dengan sesuatu yang bersifat kasar, keras, agresif. Oleh sebab itu kebanyakan pria kemayu bukan orang yang kompetitif, ingin mendominasi atau ingin menguasai. Aktivitas yang lebih ia sukai pun lebih bersifat “feminin” sehingga berpengaruh pada pekerjaan yang mereka pilih. Yaitu, bukan kerja “kasar” dan “berat” yang membutuhkan maskulinitas, namun pekerjaan yang bersih, rapi, halus, membutuhkan perhatian terhadap detil, membutuhkan kreativitas, membutuhkan interaksi dengan orang lain seperti;akuntan, pemasar, account officer, dokter, chef, profesi yang berkaitan dengan keindahan seperti seniman,  disainer, make up artist, dan lain sebagainya.

 

Pengaruh Hormon?

Psikolog Hira menjelaskan, sebuah perilaku pada dasarnya muncul akibat dinamika atau interaksi yang kompleks dari aspek-aspek pembentuk kepribadian. Nah perilaku kemayu pun dapat dilihat sebagai

dinamika dari dua pendekatan tadi. Secara Nature, perilaku feminin seseorang pria ternyata ada kaitannya dengan kondisi hormonal, dimana ditengarai hormon progresteron dan estrogen yang lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan pria pada umumnya. Karena sifatnya “alamiah”, oleh sebab itu perilaku feminin tersebut sudah dapat dilihat dari semenjak awal kehidupan pria tersebut.

Gerak-gerik unik Pria feminim umumnya sudah terlihat sejak ia kecil. Gerik tubuhnya akan lebih gemulai dan lembut dibandingkan anak laki-laki pada umumnya. Ia mungkin akan lebih menyukai aktivitas bermain boneka, masak-masakan, merias boneka besama teman perempuan dari pada bermain

perang-perangan bersama teman laki-laki yang lain. Ia mungkin akan lebih menyukai aktivitas menari, melukis, yang bersifat feminin dari pada ikut karate yang lebih maskulin. Umumnya mereka lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mudah memposisikan dirinya sebagai pendengar. “Pendek kata, anak tersebut pun akan heran mengapa ia tidak memiliki minat yang tidak sama dengan teman lakilakinya yang lain. “ Nah, pada masa-masa inilah peran Nurture turut mewarnai perkembangan kepribadian anak laki-laki kemayu tersebut. Pada saat ini lingkungan mulai “mengajarkan” peran gender, yaitu peran yang ditampilkan seseorang berdasarkan jenis kelaminnya.

“Dengan pola pengasuhan yang tepat, tidak kaku dan matang, anak laki-laki kemayu tetap akan tetap mampu menghayati bahwa dirinya adalah laki-laki tulen yang unik dan mampu “memodifikasi” peran gendernya dengan cara-cara yang unik pula., “jelasnya. Dengan pola pengasuhan yang tepat anak tersebut dapat terhindar dari konflik terkait peran gender yang membingungkan yang dapat “mematahkan” kepribadiannya. Dengan kata lain, pria kemayu yang “sehat”, secara psikologis tetap menghayati dirinya sebagai lelaki, dan dikarenakan gendernya ia tetap melakukan fungsinya sebagai laki-laki, diantaranya mencari nafkah memposisikan diri sebagai kepala keluarga, dan lain sebagainya.

Namun, dengan kondisi hormonal yang unik mengarahkan perilakunya atau membuat cara-cara ia menjalankan fungsi gendernya menjadi lebih feminin. Jelas psikolog yang berpraktek di Biro Dwipayana.

 

Fokus Pada Kelebihannya

Untuk anda yang sedang menjajaki hubungan dengan pria unik ini, anda mungkin akan bertanya-tanya, “Apakah dia benar-benar pria tulen” atau mungkin ada keinginan di diri Anda untuk mengubahnya agar lebih jantan dan maskulin seperti pria lain umumnya. Penting untuk diingat, sifat kemayu yang dimilikinya lebih disebabkan oleh faktor biologis dan pada dasarnya bukan kepribadian patologis, sebab itu Hira tidak menyarankan Anda untuk memaksanya mengilangkan sifatnya. “Namun, butuh strategi khusus untuk menyesuaikan diri dengan pria kemayu dikarenakan keunikannya tersebut, “jelasnya.

Alih-alih mengubah pasangan, hal yang paling perlu Anda lakukan sebagai pasangan adalah belajar menerima pasangan apa adanya. Toh sekalipun gerak-gerik atau “lenggak-lenggoknya” kemayu, mereka pada dasarnya tetap menjalankan fungsi sebagai laki-laki. Dari pada melihat kekurangannya, cobalah untuk melihat dan “menikmati” kelebihan-kelebihan yang ada pada mereka.

Misalnya begini, dibalik sikap pasangan yang “cerewet” soal kerapihan, kebersihan, keindahan tadi, umumnya mereka termasuk pasangan yang peka dan perhatian terhadap kebutuhan orang lain termasuk kebutuhan pasangannya. Pria unik ini tampil hangat, mudah berempati, romantis, manja, ekspresif dan lebih mudah diajak berkomunikasi namun tetap menyadari akan peran mereka sebagai laki-laki yang dituntut untuk menafkahi dan melindungi keluarganya. “Wanita mana yang tak ingin pasangannya romantis, inilah positifnya, “kata Hira menjelaskan.

Thumb: 

Kategori: 

 
 

Location

Gedung JMC II

Jl. Mampang Prapatan Raya No 75
Jakarta 12790

Indonesia

 

Contact

Telephone

021-7989155, 7980221, 79190003

Email us

dokterkita@cbn.net.id