Wajahmu Layu..

Cermin tak ubahnya “kekasih kedua” setelah pasangan, mungkin bisa lebih lengket daripada kekasih. Akan tetapi, banyak kaum hawa yang kemudian malas bercermin setelah melahirkan. Pasalnya, yang dipantulkan seolah bukan lagi wanita yang sama. Kulit kusam, kering, dan timbul bercak kecokelatan. Bagaimana tidak kontroversi hati jadinya, kalau wajah tiba-tiba terlihat 10 tahun lebih tua.

Kalau anda merana selama hamil, wajar. Penampilan anda yang selama ini flawless, bisa berubah 180 derajat. Masih untung kalau cuma perut yang membesar, kadang bagian tubuh lain juga jadi ikut-ikutan membesar. Akibatnya, bisa timbul stretch mark dan selulit di mana-mana. Anda harus say goodbye terhadap penampilan yang glamor semasa lajang. Tidak ada lagi tas designer berisi kosmetik. Yang ada adalah susu hamil, suplemen, dan obat mual. Semua ini terobati begitu si kecil lahir. Andapun  sudah berandai-andai, tubuh dan kulit akan segera kembali seperti semula. Tapi yang ada, kulit malah jadi kering, kusam, berjerawat, dan bertotol-totol cokelat. Belum lagi mata berkantung dan tampak lelah.

Duh, kenapa lagi sih? Menurut Dr. Amaranila Lalita Drijono SpKK, wanita hamil dan melahirkan, memiliki kadar hormon bagaikan roller coaster. “Naik turunnya kadar hormon inilah yang diduga sebagai biang keladi terjadinya masalah pada kulit,” jelasnya. Lebih dari 50% wanita hamil dan pasca melahirkan, akan mengalami melasma, yaitu bercak ireguler pada daerah yang terpapar matahari. Misalnya pada pipi, dahi, dan di atas bibir. Peningkatan kadar estrogen dan progesteron akan merangsang melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin, yaitu zat pigmen yang membuat kulit menjadi gelap. Hormon juga diduga membuat kulit menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Menurut Dr. Lita, melasma atau yang dikenal dengan “mask of pregnancy” memang dapat hilang dengan sendirinya. Namun, tidak sedikit
pula yang menetap. Melasma mungkin juga timbul akibat pemakaian pil kontrasepsi yang mengandung estrogen. Jika memang ini penyebabnya, mungkin lebih baik menggunakan jenis kontrasepsi lain yang tidak mengandung estrogen setelah melahirkan.

Sebaliknya, setelah melahirkan kadar estrogen akan turun secara drastis. Padahal, estrogen sangat diperlukan untuk menjaga kelembaban kulit. Akibatnya, kulit akankering. Bahkan wajah dapat terasa  seperti tertarik. Kulit jadi bersisik tidak hanya di wajah, namun juga di seluruh tubuh. Kulit yang mati akan menumpuk di permukaan, sehingga penampilan tampak kusam dan kehilangan kilau sehatnya. Penampilan layu ini didukung degan kantung dan kehitaman di bawah mata.

Ada alasan lain mengapa kulit tampak kusam dan layu setelah melahirkan. Saat hamil, tingginya kadar hormon estrogen dan progesteron akan mendorong retensi cairan dan garam di ginjal. Dengan demikian, kulit juga menjadi lebih lembab dan kenyal. Setelah melahirkan, kadar air dan garam dalam tubuh menurun drastis, sehingga kulit
terlihat tidak sekencang biasanya. Ibu baru yang sibuk dengan si kecil, juga mungkin tidak memiliki banyak waktu untuk merawat dirinya. Jangankan untuk mengoleskan
pelembab, masih untung jika sempat mandi. Akibatnya, kulit dapat menjadi kering dan terabaikan. Belum lagi tubuh didera rasa lelah dan kurang tidur. Tapi, jangan kuatir.
Kondisi ini akan membaik dengan sendirinya setelah dua hingga tiga bulan, segera setelah kadar estrogen kembali normal dan anda mendapat haid. Perawatan Tepat Pada dasarnya, perawatan wajah pasca melahirkan hampir sama dengan wanita pada umumnya. “Hanya saja, perlu diingat bahwa kosmetik yang digunakan harus bersifat aman, terutama bagi ibu yang menyusui,” jelasnya. Segala prosedur perawatan wajah juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar tidak mempengaruhi bayi.
Sebenarnya, kulit akan kembali cantik dengan sendirinya meski tanpa perawatan yang intensif. Untuk membantu proses pemulihan ini, anda sebaiknya menghindari
sinar matahari sebisa mungkin.

Jangan lupa gunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 setiap hari. Kebiasaan baik ini dapat dilanjutkan bahkan setelah bercak kecokelatan di wajah telah lenyap. Mengapa? Karena sekali anda pernah mengalaminya, maka akan lebih mudah terjadi lagi di kemudian hari. Wajah yang bersih, tentunya akan terlihat lebih cerah dan mencegah timbulnya jerawat. Meski demikian, hindari sabun yang dapat membuat kulit menjadi kering. Jangan lupa oleskan pelembab, dan sebaiknya pilih pelembab serta kosmetik yang tidak menyumbat pori-pori. Jaga kelembaban ruangan dengan humidifier. “Dan jangan lupa untuk banyak mengonsumsi sayur, buah-buahan, serta air putih untuk menjaga kesehatan kulit,” tambahnya. Untuk beberapa wanita, perawatan biasa mungkin tidak cukup. Jika kulit masih kemerahan bahkan setelah beberapa bulan, maka mungkin lebih baik berkonsultasi dengan dokter kulit. Untuk kulit yang kusam juga dapat dilakukan mikrodermabrasi, namun perlu perhatian khusus pada ibu yang menyusui. Bagaimanapun juga, yang terpenting dari semuanya adalah bagaimana cara kita memandang diri sendiri. Mau bagaimanapun wajah anda, toh si kecil tetap jatuh cinta pada anda, bukan?

Thumb: 

Kategori: 

 
 

Location

Gedung JMC II

Jl. Mampang Prapatan Raya No 75
Jakarta 12790

Indonesia

 

Contact

Telephone

021-7989155, 7980221, 79190003

Email us

dokterkita@cbn.net.id