Waspadai Bahan Pangan Pemicu Alergi pada Anak

Menyiapkan anak dengan bakat alergi perlu kecermatan khusus. Salah pilih bahan pangan, alergi bisa kambuh dan ganguan kesehatan seperti mual, muntah, hingga
gatal-gatal bisa bermuculan. Lantas bagaimana kiat memilih dan mengolah bahan pangan untuk anak alergi makanan?

Bahan makanan tertentu dapat memicu alergi bagi anak. Diperlukan kecermatan di dalam memilih dan menyiapkan menu makanan bagi anak alergi. Tentu agar alergi tidak kambuh dan anak tergangu kesehatannya.

Alergi Makanan? Alergi makanan merupakan reaksi abnormal tubuh yang bereaksi secara berlebihan terhadap zat tertentu yang terkandung di dalam makanan. Reaksi atau gejala yang ditimbulkan biasanya berupa rasa mual, muntah, diare, pembengkakan pada bibir dan wajah, kulit merah, gatal, dan sesak napas. Jenis makanan yang sering menimbulkan alergi pada anak adalah susu, telur, seafood (ikan, udang, kerang, dan kepiting), tepung terigu, kacang-kacangan, dan beberapa jenis buah seperti tomat atau buah-buahan yang asam.
Berikut beberapa jenis bahan pangan pemicu alergi pada anak. Menurut Ahli Gizi Dr.Marudut, BS. MPS anak yang mengalami alergi disebabkan karena sensitivitas
dalam tubuhnya sangat tinggi terhadap bahan makanan tertentu. Penangananya bisa bisa dilakukan dengan cara memberikan sedikit demi sedikit bahan pangan pemicu
alergi. Dengan cara ini sensitivitasnya bisa menurun dan alergi terhadap makanan tertentu akan berangsur berkurang karena tubuh sudah dapat menyesuaikan diri.
Sedikit berbeda dengan pendapat Dr.dr.Zakiuddin Munasir. Sp.A(K), menurut dokter spesialis alergi dan imunologi anak ini memaparkan jika dibeberapa kasus alergi bisa
berkurang dengan memberikan sedikit demi sedikit bahan makanan pemicu alergi. Namun pada kondisi tertentu justru bisa menimbulkan shock dan ganguan alergi yang lebih berat sehingga anak harus dirawat di rumah sakit. Menurut dr.Zakiuddin, mengatasi alergi pada anak bisa ditangani dengan menghindari pemicu alreginya atau alergennya, kedua dengan memberikan obat jika alergi muncul, dan memberikan penghilang gejala, yaitu obat alergi yang sifatnya menyembuhkan dalam jangka panjang dan aman.

La ctose Intolerance. Alergi susu sapi atau lactose intolerance adalah suatu keadaan dimana saluran pencernaan tidak mampu memecah laktosa menjadi glukosa
dan galaktosa. Protein tidak bisa dipecah karena kekurangan enzim laktase, enzim yang bertugas memecah laktosa. Laktosa yang bisa dipecah oleh tubuh kemudian terfermentasi, akibatnya timbul gangguan pencernaan seperti perut kembung akibat pembentukan gas selama fementasi dan diare.
Menurut pakar ilmu pangan, Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si, susu merupakan sumber protein yang baik untuk anak, karena mudah dicerna dan kaya akan unsur gizi esensial. Jika tidak dicarikan alternatif pengganti bisa menyebabkan anak kekurangan zat gizi. Jangan berkecil hati, saat ini banyak dipasarkan beragam susu untuk anak alergi susu sapi. Seperti susu kedelai yang memiliki kandungan gizi setara dengan susu sapi.

Masak Telur dengan Sempurna. Telur juga salah satu bahan pangan yang dapat memicu alergi. Karenanya, bayi di bawah usia satu tahun tidak disarankan untuk diberikan telur ayam terlebih dahulu. Selain bayi, anak-anak juga sering mengalami alergi telur, padahal telur adalah sumber protein bagi anak dan mudah dicerna. Alergi telur dapat dicegah dengan memasak telur secara matang. Pemberian telur setengah matang dalam bentuk apapun (rebus atau goreng) sebaiknya dihindari terutama pada usia bayi. Bila anak masih mengalami alergi telur walau telur telah dimasak dengan benar, maka sumber protein yang berasal dari telur dapat diganti ke sumber protein
lain, contohnya susu, daging sapi, ayam, ikan, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.

Konsumsi Seafood Segar. Makanan laut atau seafood seperti ikan, kerang, kepiting, udang, dan rajungan dapat menimbulkan reaksi alergi pada anak. Ini disebabkan
karena di dalam produk ikan atau seafood mengandung peptida yang dianggap sebagai alergen. Seafood yang sudah tidak segar juga dapat membentuk senyawa histamin.
Senyawa ini terbentuk karena adanya pertumbuhan mikroba yang mengurai asam amino histidin pada ikan menjadi histamin. Senyawa histamin inilah yang sering menyebabkan alergi pada produk seafood. Produk seafood yang sering memicu alergi biasanya adalah udang. Ini disebabkan karena di dalam udang dan kulit udang mengandung senyawa chitosan, yaitu senyawa protein penyebab alergi yang diproduksi secara masal di bagian kulit udang. Jika anak alergi udang, hindari pemberian udang, apalagi udang yang dimasak beserta kulitnya. Pastikan Anda memberikan produk seafood dari bahan yang segar. Dengan cara ini alergi seafood dapat dihindari. Jika anak mengalami alergi seafood, sumber protein lain seperti daging sapi, ayam, telur, dan susu bisa menjadi alternatif pengganti.

Alergi Kacang-kacangan. Kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang almond, kacang kedelai, kacang pistachio, dan kacang mete dapat memicu alergi pada anak.
keracunan kacang-kacangan bisa menyebabkan mual, muntah, bahkan reaksi seperti keracunan. Akibatnya bisa sangat serius bahkan kematian. Meskipun berbahaya, kacangkacangan merupakan sumber protein dan lemak yang baik. Tidak perlu antipati terhadap bahan pangan ini. Masak kacang-kacangan dengan sempurna dan berikan
dalam porsi kecil. Segera hentikan jika anak alergi terhadap kacangkacangan. Kandungan zat yang ada di dalam kacang-kacangan berbeda setiap jenisnya, jadi jenis kacang tertentu bisa menyebabkan alergi, namun tidak dengan jenis kacang yang lain. Yang perlu diwaspadai adalah produk turunan kacangkacangan.
Jika anak alergi terhadap kacang tanah, jangan memberikan anak selai kacang atau cookies yang diberi campuran kacang tanah.

Alergi Tepung Terigu? Di dalam tepung terigu terdapat protein yang disebut gluten. Gluten adalah protein yang lengket dan elastis. Gluten terkandung di dalam
beberapa serealia, seperti oats, rye, jewawut, dan gandum bahan utama tepung terigu. Jika anak alergi gluten, tentu harus dihindari dari semua bahan makanan yang mengandung gluten, seperti roti, mi, pasta, kue kering,cake, kerupuk, hingga pizza. Sangat merepotkan memang jika anak mengalami alergi gluten karena sebagian besar makanan dan kue terbuat dari tepung terigu. Diperlukan kreativitas orang tua untuk mencari atau membuatkan alternatif menu pengganti. Seperti membuat kue dari tepung beras, tepung maizena, atau tepung kanji. Mi, spagheti, makaroni, dan lasagne adalah bahan pangan yang terbuat dari tepung terigu dan merupakan menu favorit anak. Jangan berkecil hati, Anda bisa mengganti bahan ini dengan membuat hidangan dari bihun, soun, atau kwetiau yang terbuat dari tepung beras dan tepung kanji.

Kiat Mengatasi Anak Alergi Makanan. Berikan porsi kecil terlebih dahulu untuk jenis makanan yang dapat memicu alergi. Lihat reaksinya, jika tidak menimbulkan alergi pemberian makanan bisa diberikan dalam porsi yang lebih besar. Cari alteratif menu pengganti. Seperti jika anak alergi susu, bisa diganti dengan susu kedelai. Atau
jika anak alergi terhadap ikan, bisa dicarikan sumber alternatif sumber protein yang lain seperti dari ayam atau daging.

Waspadai dengan produk turunan bahan pangan pemicu alergi. Seperti jika anak alergi susu sapi, sebaiknya anak tidak diberikan ice cream, yogurt, atau keju karena produk turunan ini juga dapat memicu alergi layaknya susu sapi. Variasikan menu anak dengan beragam bahan makanan. Dengan mengonsumsi beragam makanan,
maka anak akan mendapatkan asupan zat gizi yang lebih lengkap. Hindari anak-anak mengonsumsi bahan makanan kemasan yang ditambahkan pewarna, pengawet,
pemberi aroma, dan penguat rasa. Bahan food aditive ini juga dapat memicu alergi pada an

Thumb: 

Kategori: 

 
 

Location

Gedung JMC II

Jl. Mampang Prapatan Raya No 75
Jakarta 12790

Indonesia

 

Contact

Telephone

021-7989155, 7980221, 79190003

Email us

dokterkita@cbn.net.id